BOGEL KALIKI,LAHIRNYA SANG JAWARA

Desa kecil dikaki pegunungan wilis memiliki guratan matahari setiap pagi dengan kemilau air yang mengaliri parit parit kecil melingkar sepanjang rimbunnya hutan.

Bogel kaliki yang mejadi tetua desa makmur yang disebut desa Wungunan.
Mantan punggawa kerajaan Madiun era Panembahan Ronggojumeno,yang telah lama pensiun untuk menetap didesa kecil tempatnya menikmati masa tua.
Nyi Supraba yang setia mendampingi kehidupan tetua desa Wuwungan menjadi teman berbagi suka duka.

Ada kegundahan pada raut wajah Ki Bogel kaliki yang membuat kerut diwajahnya terlihat makin tajam...

"Ki ada apa? sampeyan terlihat memikir suatu hal yang berat,bikin roman wajah Ki Bogel kurang cakep dech" tanya Nyi Supraba 

"Iya Nyai' banyak banget yang mengganggu pikiranku,kasak kusuk tentang anak cewekmu yang belum mau merit,usianya udah lumayan banyak,kok masih nge jomblo"..Jawab Ki Bogel

"Lho itukan rahasia Tuhan Ki" jodoh,rejeki,kematian..bukannya sampeyan yang sering ngajari seperti itu"..Nyi Supraba kembali menjawab

"Iya sich Nyi,namun si Nawangsari sudah tidak muda lagi,wanita beda dengan laki laki Nyi'..sergah Ki Bogel

"Ya sudah Ki nanti coba kita tanya Nawangsari,barangkali dia sudah punya gacoan,tapi belum berani ngomong ke kita ki" Nyi Supraba kembali menjawab

"Ya sudah nyi,coba nanti kamu panggil Nawangsari,mau aku tanyain,sudah adakah laki laki yang menjadi tambatan hatinya...seraya Ki Bogel beranjak berangkat ke sawah.

Komentar